Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (BS OJK) terus mendorong inovasi di sektor keuangan digital dengan memanfaatkan teknologi terkini. Salah satunya, penerapan Real World Asset (RWA) Digital, blockchain dan token Kripto, yang dianggap sebagai terobosan penting bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Dalam seminar Meaningful Participation yang digelar Sabtu (5/7/2025) di Hotel Tentrem, Yogyakarta, PT Safina Inti Prima hadir sebagai salah satu contoh sukses pemanfaatan RWA, Blockchain dan kripto melalui bisnis SafinaMeat token.
Gede Fedry Mahendranata, CEO PT Safina Inti Prima, memaparkan bagaimana perusahaannya mengintegrasikan blockchain, token kripto (SafinaMeat token), dan Internet of Things (IoT) dalam bisnis daging beku.
“Daging beku adalah aset fisik bernilai ekonomi stabil. Dengan tokenisasi, kami menciptakan pasar likuid yang sebelumnya sulit diakses,” jelas Gede di hadapan perwakilan OJK dan pelaku UMKM.
Melalui SafinaMeat token memungkinkan investor besar maupun kecil berpartisipasi dalam perdagangan aset daging beku.
Selain itu, smart contract dalam blockchain menjamin transparansi dan kepercayaan, sementara IoT memastikan kualitas produk tetap terjaga.
Badan Supervisi (BS OJK) Rekomendasikan SafinaMeat token Sebagai Percontohan

Pemaparan SafinaMeat token token mendapat respons positif dari BS OJK. Bahkan, lembaga ini merekomendasikan model bisnis tersebut sebagai contoh penerapan blockchain dan kripto untuk pendanaan UMKM.
“Ini langkah maju untuk ekosistem keuangan digital Indonesia. SafinaMeat token membuktikan bahwa RWA bisa menjadi alternatif crowdfunding yang transparans,” ujar Didit Noorwidiatmoko, komisioner BS OJK.
Pendapat serupa disampaikan Budi Santoso Tjandradjaja, praktisi dan pemerhati blockchain.
“Indonesia punya potensi besar menjadi pemain utama di ekosistem RWA. SafinaMeat token adalah contoh nyata bagaimana standar global bisa diadopsi dengan baik,” tegas Budi.

Masa Depan RWA Digital di Indonesia
Seminar ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara regulator, pelaku usaha, dan teknologi finansial (fintech) mampu menciptakan solusi inovatif. Dengan dukungan Badan Supervisi (BS OJK), model seperti SafinaMeat token bisa menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk memanfaatkan blockchain dan tokenisasi aset.
“Kami berharap semakin banyak bisnis yang mengikuti langkah ini, sehingga ekonomi digital Indonesia semakin inklusif dan transparan,” tutup Gede Fedry.
Dengan dukungan regulator dan inovasi dari pelaku usaha seperti SafinaMeat token, Real World Asset (RWA) Digital bukan lagi sekadar wacana, melainkan solusi nyata bagi pengembangan UMKM di era digital.



